Langsung ke konten utama

RSUD Mohammad Natsir Hadirkan Inovasi "CTAR Care" untuk Tingkatkan Kompetensi Perawat Tangani Pasien Disfagia

Inovasi

Inovasi23 Juli 2026227 kali dilihat2 menit baca
Bagikan:

Solok – RSUD Mohammad Natsir terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pengembangan inovasi pelayanan publik di bidang keperawatan. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah CTAR Care (Chin Tuck Against Resistance Care), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani pasien dengan gangguan menelan (disfagia) secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan.

CTAR Care dikembangkan sebagai solusi atas tantangan pelayanan keperawatan yang selama ini masih belum optimal, khususnya dalam pemberian latihan rehabilitatif untuk meningkatkan kemampuan menelan pasien disfagia. Sebelumnya, intervensi keperawatan lebih banyak berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui modifikasi diet maupun penggunaan alat bantu makan, sementara latihan rehabilitasi fungsi menelan belum dilaksanakan secara sistematis. Berdasarkan hasil evaluasi internal rumah sakit, tingkat perbaikan kemampuan menelan pasien pada saat itu baru mencapai sekitar 60 persen sehingga diperlukan inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan.

Pengembangan inovasi ini juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan pelayanan keperawatan yang berkualitas, aman, dan berbasis evidence-based practice. Sebagai rumah sakit rujukan regional di Sumatera Barat, RSUD Mohammad Natsir menangani pasien dengan tingkat kompleksitas kasus yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut perawat memiliki kompetensi klinis yang lebih baik agar mampu memberikan intervensi rehabilitatif secara mandiri sesuai standar pelayanan yang berlaku.

Pelaksanaan CTAR Care dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur. Program diawali dengan pelatihan dan pembekalan kepada perawat mengenai teknik latihan kemampuan menelan menggunakan metode Chin Tuck Against Resistance (CTAR). Setelah itu, perawat menerapkan latihan kepada pasien berdasarkan hasil pengkajian keperawatan dan kondisi klinis masing-masing pasien. Selama proses pelaksanaan, dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kemampuan menelan pasien serta kepatuhan perawat dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, keluarga pasien juga diberikan edukasi agar latihan dapat terus dilanjutkan selama masa perawatan maupun proses pemulihan.

Implementasi CTAR Care memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Kompetensi perawat dalam memberikan intervensi rehabilitatif meningkat, pelaksanaan latihan kemampuan menelan menjadi lebih terstandarisasi dan terdokumentasi dengan baik, serta tingkat perbaikan kemampuan menelan pasien meningkat menjadi lebih dari 80 persen. Di samping itu, risiko komplikasi seperti aspirasi dan gangguan nutrisi dapat ditekan sehingga keselamatan pasien semakin terjamin, sementara kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pasien beserta keluarga juga mengalami peningkatan.

Melalui inovasi CTAR Care, RSUD Mohammad Natsir berharap dapat menghadirkan pelayanan keperawatan yang lebih komprehensif, profesional, dan berorientasi pada pemulihan fungsi pasien. Inovasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen rumah sakit dalam memperkuat kompetensi tenaga keperawatan, menerapkan praktik pelayanan berbasis bukti ilmiah, serta menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Panduan / Manual Book: Lihat Manual Book CTAR CARE

Tautan & Dokumen Terkait

Kembali ke Inovasi
Bagikan:
IGD 24 Jam